Pada tahun 1925 penginjil Zending Basel dari Swiss masuk ke Daerah Kotawaringin yang sekarang di sebut Kotawaringin Barat.
Para Pendeta dan penginjil yang datang dan bertugas di Kotawaringin adalah :
1. Pendeta
Chr. Schiber
2. Pendeta
C. Bailer
3. Pendeta
L. Walter
4. Pendeta
M. Hungking
5. Penginjil
G. Tesan Binti
6. Penginjil
Mas Pati Petrus Heran.
7. dll
Pada permulaannya tahun 1925 sampai 1928 sebagai basis adalah
Desa Lubuk Hijo, tetapi kemudian tahun 1929 pindah ke Nanga Bulik yang
dipandang lebih strategis. Pada tahun 1934 berdirilah sebuah Gereja di Nanga
Bulik dengan anggota 250 orang.
Pada tahun 1950 Nanga Bulik ditetapkan sebagai Pusat Resort GKE
yang mencakup Daerah Pangkalan Bun dan sekitarnya dengan Ketua Resort Pdt.
A.Moeje. Sejak tahun 1962 Resort Nanga Bulik dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
1. Resort
Nanga Bulik (Ketua : Pdt. MD. Tahan)
2. Resort
Tapin Bini (Ketua : Pdt. Yunan Badak)
3.
Resort
Pangkalan Bun (Ketua : Pdt. M. Bandrang)
Sekitar tahun 1948
di Pangkalan Bun Injil sudah dikenal dengan keberadaan orang Kristen yang
merupakan Anggota Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), tetapi belum berbentuk
Jemaat, Mereka yang dapat dicatat
sebagai pembuka jalan menuju keberadaan Jemaat ialah :
1.
L.H.Dahing
2.
Karel
Tambis
3.
I.
Ismail
4.
Wilson
Batu
5.
dll.
