Selasa, 14 Agustus 2012

Sejarah Masuknya Injil Di Kotawaringin Barat


Pada tahun 1925 penginjil Zending Basel dari Swiss  masuk ke Daerah Kotawaringin   yang sekarang di sebut Kotawaringin Barat. Para Pendeta dan penginjil yang datang dan bertugas di Kotawaringin adalah :
1.      Pendeta Chr. Schiber
2.      Pendeta C. Bailer
3.      Pendeta L. Walter
4.      Pendeta M. Hungking
5.      Penginjil G. Tesan Binti
6.      Penginjil Mas Pati Petrus Heran.
7.      dll
Pada permulaannya tahun 1925 sampai 1928 sebagai basis adalah Desa Lubuk Hijo, tetapi kemudian tahun 1929 pindah ke Nanga Bulik yang dipandang lebih strategis. Pada tahun 1934 berdirilah sebuah Gereja di Nanga Bulik dengan anggota 250 orang. 

Pada tahun 1950 Nanga Bulik ditetapkan sebagai Pusat Resort GKE yang mencakup Daerah Pangkalan Bun dan sekitarnya dengan Ketua Resort Pdt. A.Moeje. Sejak tahun 1962 Resort Nanga Bulik dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
1.      Resort Nanga Bulik  (Ketua : Pdt. MD. Tahan)
2.      Resort Tapin Bini (Ketua : Pdt. Yunan Badak)
3.      Resort Pangkalan Bun (Ketua : Pdt. M. Bandrang)

Sekitar tahun 1948 di Pangkalan Bun Injil sudah dikenal dengan keberadaan orang Kristen yang merupakan Anggota Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), tetapi belum berbentuk Jemaat,  Mereka yang dapat dicatat sebagai pembuka jalan menuju keberadaan Jemaat ialah :
1.      L.H.Dahing
2.      Karel Tambis
3.      I. Ismail
4.      Wilson Batu
5.      dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar